Finance

Apa Itu Invoice Financing? Cara Memperoleh, Syarat Pengajuan dan Contoh

invoice financing

Meskipun sudah lama dijalankan, namun masih banyak pengusaha Usaha Kecil Menengah atau UKM yang belum memahami mengenai konsep bisnis invoice financing. Pada dasarnya, invoice financing merupakan pemberian modal kerja untuk pelaku UKM yang punya kaitan bisnis dengan perusahaan terkemuka di Indonesia.

Pelaku usaha yang memanfaatkan invoice financing tentu bisa membangun perusahaan dengan kondisi keuangan sehat dan terbebas dari hutang dengan kredit besar.

Apa Itu Invoice Financing?

Invoice financing adalah bentuk pendanaan yang melibatkan penggunaan tagihan atau faktur sebagai jaminan untuk mendapatkan dana dari pihak pemberi pinjaman atau lembaga keuangan. Dalam skenario ini, bisnis atau perusahaan yang memiliki tagihan yang masih harus dibayar oleh pelanggan dapat mengajukan pinjaman menggunakan tagihan tersebut sebagai agunan.

Baca Juga : Membedah Perbedaan Faktur dan Invoice untuk Pengusaha

Namun, ada biaya terkait dengan invoice financing, seperti biaya layanan, bunga, atau potongan tertentu dari nilai tagihan. Keputusan untuk menggunakan invoice financing harus dipertimbangkan dengan cermat sesuai dengan kebutuhan keuangan dan struktur biaya yang terkait.

Cara Memperoleh Invoice Financing

Meskipun tak terbilang sulit, namun memperoleh invoice financing tidak semudah membalikkan telapak tangan karena ada proses yang perlu dilalui. Untuk memperoleh invoice financing, langkah-langkah umum yang dapat diambil oleh bisnis atau perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Pilih Penyedia Layanan Invoice Financing

Identifikasi penyedia layanan invoice financing yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Ada berbagai perusahaan fintech, lembaga keuangan, dan perusahaan faktoring yang menawarkan layanan ini.

2. Persiapkan Dokumen Bisnis

Pastikan Anda mempersiapkan dokumen-dokumen bisnis yang diperlukan untuk pengajuan invoice financing. Ini termasuk dokumen tagihan yang akan digunakan sebagai jaminan, dokumen kontrak atau perjanjian penjualan dengan pelanggan, dan informasi keuangan perusahaan.

3. Daftar atau Ajukan Aplikasi

Daftarkan bisnis Anda atau ajukan aplikasi ke penyedia invoice financing yang telah Anda tentukan sebelumnya. Proses pendaftaran dapat dilakukan secara daring atau melalui formulir aplikasi yang disediakan oleh penyedia layanan.

4. Verifikasi dan Penilaian Risiko

Pihak penyedia invoice financing akan melakukan verifikasi dan penilaian risiko terhadap bisnis Anda. Ini melibatkan pemeriksaan dokumen, analisis kredit, dan evaluasi risiko pembayaran dari pelanggan.

5. Negosiasi Persyaratan dan Tarif

Setelah penilaian risiko, Anda dapat bernegosiasi mengenai persyaratan dan tarif layanan. Ini mencakup biaya layanan, bunga, atau potongan yang mungkin diterapkan pada nilai tagihan.

6. Persetujuan dan Pencairan Dana

Jika persyaratan dan tarif telah disepakati, bisnis Anda akan menerima persetujuan dan dana akan dicairkan. Proses pencairan dana dapat bervariasi tergantung pada penyedia layanan.

7. Penagihan dan Pelunasan

Setelah tagihan jatuh tempo, bisnis Anda masih bertanggung jawab untuk menagih pelanggan dan melakukan pembayaran sesuai persyaratan invoice financing. Jika menggunakan faktoring, perusahaan faktoring mungkin yang akan menangani penagihan.

8. Pembayaran Kembali

Pada saat jatuh tempo, bisnis Anda harus membayar kembali dana yang diterima kepada penyedia invoice financing. Pembayaran biasanya mencakup jumlah pinjaman, bunga, dan biaya layanan.

Penting untuk membaca dan memahami sepenuhnya syarat dan ketentuan yang terkait dengan layanan invoice financing. Selain itu, pastikan bahwa bisnis Anda memiliki kebutuhan finansial yang jelas dan dapat memenuhi kewajiban pembayaran sesuai dengan perjanjian.

Syarat Pengajuan Invoice Financing

Syarat pengajuan invoice financing dapat bervariasi tergantung pada lembaga keuangan atau penyedia layanan yang Anda pilih. Namun, berikut adalah beberapa syarat umum yang seringkali diperlukan:

cod

1. Bisnis yang Stabil

Lembaga keuangan biasanya mengharapkan bisnis Anda memiliki sejarah operasional yang stabil. Bisnis yang lebih mapan dan telah beroperasi untuk jangka waktu tertentu dapat lebih mudah memenuhi syarat ini.

2. Tagihan yang Valid

Bisnis Anda harus memiliki tagihan atau faktur yang diajukan secara sah dan terverifikasi. Ini mencakup memastikan bahwa barang atau layanan yang tercantum dalam tagihan telah diberikan atau dilaksanakan sesuai dengan persyaratan kontrak.

3. Pelanggan yang Kreditable

Lembaga pembiayaan mungkin akan melakukan evaluasi kredibilitas pelanggan Anda. Jika pelanggan memiliki catatan pembayaran yang buruk atau risiko kredit yang tinggi, ini dapat mempengaruhi kemungkinan pengajuan Anda.

4. Laporan Keuangan

Beberapa penyedia invoice financing mungkin meminta laporan keuangan bisnis Anda, seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Ini akan membantu lembaga keuangan menilai kesehatan keuangan bisnis Anda.

5. Jumlah Tagihan Minimum

Beberapa penyedia layanan keuangan mungkin memiliki persyaratan jumlah tagihan minimum. Hal ini berarti bahwa total nilai tagihan yang diajukan untuk pembiayaan harus mencapai batas minimum tertentu.

6. Kontrak atau Perjanjian yang Jelas

Perjanjian atau kontrak antara bisnis Anda dan pelanggan harus jelas dan lengkap. Ini membantu memastikan bahwa hak pembiayaan atas tagihan dapat dijalankan dengan baik.

7. Riwayat Pembayaran yang Baik

Sejarah pembayaran bisnis Anda juga dapat menjadi faktor dalam pengajuan invoice financing indonesia. Jika Anda memiliki riwayat pembayaran yang baik, ini dapat meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan invoice financing.

8. Persetujuan Pelanggan

Beberapa penyedia invoice financing mungkin memerlukan persetujuan tertulis dari pelanggan yang tercantum dalam tagihan. Ini dapat melibatkan surat persetujuan atau bentuk komunikasi lainnya.

9. Validitas Hukum

Tagihan atau kontrak yang diajukan harus memiliki validitas hukum yang jelas dan terverifikasi. Lembaga pembiayaan ingin memastikan bahwa mereka dapat menagih pelanggan secara hukum jika diperlukan.

10. Keberlanjutan Bisnis

Lembaga pembiayaan ingin memastikan bahwa bisnis Anda dapat berkelanjutan dan mampu membayar kembali dana yang diterima melalui Invoice Financing. Pastikan untuk berbicara dengan penyedia invoice financing tertentu untuk mendapatkan persyaratan yang lebih rinci dan menyesuaikan dengan kondisi bisnis Anda.

Baca Juga :Panduan Lengkap tentang Konsep Dynamic Pricing

Contoh Invoice Financing

Sampai saat ini, sudah banyak skenarion invoice financing yang diberlakukan dan dijalankan di Indonesia. Berikut adalah contoh skenario invoice financing untuk memberikan gambaran lebih jelas:

  • Perusahaan X dan Layanan Pembiayaan Faktoring Y

Perusahaan X, produsen perangkat elektronik, memiliki tagihan senilai $100,000 dari sejumlah toko elektronik ritel sebagai hasil penjualan produk mereka. Perusahaan X memutuskan untuk menggunakan layanan pembiayaan faktoring dari layanan pembiayaan faktoring Y.

  • Proses Invoice Financing

Perusahaan X menjual tagihan senilai $100,000 kepada layanan pembiayaan faktoring Y dengan diskon 3%. Layanan pembiayaan faktoring Y memberikan dana sebesar $97,000 kepada perusahaan X (97% dari nilai tagihan).

Layanan pembiayaan faktoring Y mengelola proses penagihan terhadap toko-toko elektronik. Ketika toko-toko membayar tagihan pada jatuh tempo, layanan pembiayaan faktoring Y mempertahankan diskon 3% ($3,000) dan mentransfer sisa dana ke perusahaan X.

Dalam contoh ini, invoice financing membantu perusahaan memperoleh dana tunai lebih cepat daripada menunggu pembayaran penuh dari pelanggan. Namun, perlu diingat bahwa bank atau perusahaan pembiayaan akan mengenakan biaya atau bunga atas layanan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *