Bisnis

Apa Itu White Label? Ini Penjelasan Mengenai Definisi Hingga Fungsinya

apa itu white label

Apabila Anda berencana menjalankan sebuah bisnis, maka penggunaan white label adalah hal yang bisa dipertimbangkan. Biasanya, white label dipilih oleh para pelaku bisnis ritel sebagai cara dalam merintis usaha. Selain mempermudah branding, konsep ini juga akan membantu Anda mengembangkan bisnis dengan cepat dan minim biaya. 

Namun, sebetulnya tahukah Anda apa itu white label? Untuk mengetahuinya, yuk simak pengertian, fungsi, hingga cara memulai bisnis dengan white label berikut ini!

Pengertian White Label

Dalam istilah bisnis, terdapat suatu istilah bernama white label. Menurut David Kindness dalam laman web Investopedia, produk white label dijual oleh pengecer dengan merek dan logo mereka sendiri tetapi produk itu sendiri diproduksi oleh pihak ketiga. 

Produk white label mudah terlihat di rak toko, karena memiliki nama pengecernya sendiri (umumnya dikenal sebagai “merek toko”) pada labelnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa white label adalah pemberian merek dagang oleh sebuah perusahaan, tetapi proses produksinya dilakukan oleh perusahaan manufaktur. 

Baca Juga : Begini Cara Menarik Konsumen Agar Membeli Produk Anda!

Fungsi White Label 

Berikut ini adalah berbagai fungsi dari white label untuk bisnis:

1. Tidak Perlu Melakukan Produksi

Salah satu kelebihan menggunakan white label adalah pebisnis tidak perlu lagi repot-repot memikirkan proses produksi. Pasalnya, hal tersebut akan dilakukan sepenuhnya oleh produsen atau perusahaan manufaktur terkait dan Anda bisa langsung membeli barang jadi dari supplier.

Oleh sebab itu, untuk Anda yang tidak memiliki waktu banyak dan modal, Anda bisa memanfaatkan white label untuk pengembangan usaha Anda. Seperti contoh, Anda memiliki usaha kaos sablon namun tidak ingin membuat produk sendiri, Anda bisa langsung membeli dari produsen kaos sablon, dan memberi logo bisnis Anda sendiri. 

2. Meluaskan Penawaran Produk Anda

Perusahaan pastinya terus berkembang dan berusaha menarik pelanggan dengan menawarkan berbagai produk dan fitur baru. Dengan white label, Anda bisa menawarkan lebih banyak produk dengan cepat, tanpa perlu menghabiskan sumber daya Anda sendiri. 

Seperti contoh Hubspot (perusahaan perangkat lunak pemasaran email), yang menggunakan white label untuk mengiklankan tambahan baru pada portofolio mereka.Secara singkat, Anda bisa terus memperluas penawaran produk Anda dengan lebih cepat dan dalam waktu yang singkat. 

3. Harga Pokok Lebih Kecil

Kelebihan lainnya dari white label adalah menurunkan harga pokok dalam proses operasional bisnis. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Jadi, produk yang Anda beli dari supplier dengan white label biasanya memiliki harga lebih terjangkau, terutama jika Anda mengambilnya dalam jumlah banyak. 

Seperti contoh, Anda seorang pemilik bisnis penjual kaos sablon. Anda akan mendapatkan harga diskon apabila membeli barang lebih banyak dibandingkan dengan orang yang hanya membeli dalam jumlah satuan. 

4. Mempermudah Pengembangan Bisnis

Manfaat selanjutnya adalah mempermudah pengembangan bisnis. Seperti disebutkan sebelumnya, konsep ini membantu pengusaha menjalankan bisnis dengan lebih efisien. Bukan hanya hemat waktu saja, namun dapat meminimalkan biaya operasional, energi, hingga sumber daya. 

Alih-alih waktu yang digunakan untuk memproduksi barang, Anda bisa manfaatkan untuk riset pasar serta membuat strategi bisnis terbaru untuk pengembangan bisnis Anda di kemudian hari. 

Baca Juga : 6 Cara Promosi di Sosmed untuk Mendapatkan Pelanggan

5. Laba Lebih Besar

Bisnis dengan white label juga diketahui dapat memberikan para pengusaha laba lebih besar. Hal ini tidak terlepas dari harga jual dari supplier yang cenderung murah dan biaya operasional yang cukup minim.

Anda mungkin berpikir untuk membuat produk sendiri. Tentunya hal ini bisa memakan banyak waktu dan biaya, apalagi jika Anda baru pertama kali membuka usaha. Ketika Anda memutuskan untuk memanfaatkan white label, Anda membayar produsen untuk membuat produk bisnis Anda. 

Keuntungan dan Kekurangan White Label

Konsep white label hadir dengan berbagai pertimbangan, baik positif maupun negatif. Berikut ini adalah keuntungan dan kekurangan white label yang dilansir dari laman web Investopedia:

Keuntungan

Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari white label, yaitu sebagai berikut:

  1. Lini produk yang diperluas:Perusahaan dapat menggunakan merek white label untuk memperluas penawaran mereka dan menargetkan pelanggan secara strategis. Pada gilirannya, ini dapat meningkatkan keunggulan kompetitif mereka.
  2. Kontrak besar: Produsen pihak ketiga mendapatkan kontrak besar, yang bisa datang dengan jaminan penjualan dan pendapatan.
  3. Penjualan diskon: Toko dapat meningkatkan pendapatan dengan menjual produk white label dengan harga diskon relatif terhadap merek nasional.
  4. Kualitas terjamin: Merek white label  bisa sama bagusnya dengan merek nasional, karena mereka sering menggunakan produsen yang sama; kualitas tinggi menciptakan pelanggan yang puas.

Kekurangan

Dari berbagai keuntungan, tentunya white label juga memiliki kekurangan tersendiri, yaitu antara lain: 

  1. Mudah dibandingkan: Menggunakan kemasan yang sangat mirip di antara merek disebut peniruan, yang dalam beberapa kasus bisa ilegal. Merek label pribadi harus cukup membedakan dirinya agar tidak mudah dibandingkan dan menyesatkan konsumen.
  2. Kondisi pasar rentan dikuasai: Pengecer yang kuat dapat mendorong keluar pesaing yang lebih kecil, menghasilkan kondisi pasar di mana hanya ada satu pembeli.
  3. Hambatan untuk masuk pasar: Dominasi merek white label yang tumbuh dapat mempersulit perusahaan baru untuk memasuki pasar, mengurangi persaingan secara keseluruhan.
  4. Tidak Bisa Request: Produksi barang yang dibuat oleh perusahaan manufaktur dijual secara bebas, sehingga Anda tidak bisa melakukan permintaan tertentu. Produk dibuat secara massal. Jika Anda ingin memiliki produk eksklusif, Anda bisa mencari layanan private label.

Baca Juga : Repeat Order: Tips Agar Customer Melakukan Pembelian Berulang

Contoh dan Jenis Bisnis Yang Menggunakan Produk White Label

Saat ini, contoh dari white label sudah tak bisa terhitung dan tidak hanya dalam satu bidang bisnis tetapi menggurita ke bidang lainnya seperti jasa. Di antaranya adalah:

1. Pengecer

Meskipun secara teknis produk white label dapat muncul di industri atau sektor apa pun, pengecer besar jelas adalah pesaing berat. Perusahaan seperti Whole Foods dan Walmart mendapat keuntungan dengan menjual produk bermerek mereka sendiri yang telah dibuat oleh produsen lain.

2. Perusahaan Multinasional dan Merchandiser Massal

Pada tahun 1998, Tesco (TSCDY), pedagang grosir dan umum multinasional Inggris, mulai melakukan segmentasi pelanggannya dan mengembangkan merek yang melayani setiap kelompok. Di Amerika Serikat, pengecer dengan cepat mengikuti preseden Tesco.

3. Perusahaan Elektronik

Jangkauan produk white label tidak terbatas pada segmen supermarket saja. Produsen elektronik utama ponsel dan komputer kelas atas sering kali mencantumkan nama merek mereka pada produk white label dengan harga lebih murah untuk memperluas penawaran mereka.

4. White Label yang Berupa Jasa

Produk white label tidak selalu harus berupa barang berwujud. Penawaran layanan juga telah mengadopsi white label. Beberapa bank, misalnya, memanfaatkan layanan white label seperti pemrosesan kartu kredit ketika mereka tidak memiliki layanan ini. 

Nah, itulah ulasan kali ini mengenai definisi hingga fungsi white label. Anda sebagai pebisnis dapat menggunakan white label agar bisnis berjalan tanpa perlu harus memikirkan produksi. Semoga bermanfaat ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *