Bisnis

Inilah Sebab Usaha Anda Menurun, Simak Tips Memulihkannya!

usaha menurun

Omzet adalah sejumlah nilai total dari penjualan produk dalam periode tertentu. Anda bisa menyamakan omzet dengan istilah pendapatan kotor. Hal ini karena omzet belum dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan sebagai biaya modal seperti biaya produksi, gaji pegawai dan juga biaya operasional lainnya. Bagaimanapun proses yang dilalui, pebisnis akan selalu menghindari hal-hal yang menyebabkan omzet penjualan menurun. 

Penurunan omzet ini tidak hanya mengganggu operasional perusahaan secara keseluruhan, namun juga akan mengancam keberlanjutan bisnis itu sendiri. Meskipun pada beberapa kasus hal ini dapat terjadi begitu saja, seperti krisis ekonomi, pandemi, dan sebagainya. Kebanyakan penyebab omzet menurun ada pada kesalahan kecil yang diremehkan namun berefek besar. Baca selengkapnya untuk mengetahui penyebab penurunan omzet dan cara menghadapinya!

Penyebab Penurunan Omzet

Dari beragam sebab yang kemungkinan besar menjadi biang keladi penurunan omzet, berikut ini 6 penyebab utama turunnya omzet dalam bisnis:

1. Kualitas Produk Menurun

Penyebab pertama ialah adanya penurunan kualitas produk sehingga ikut menurunkan kepercayaan pelanggan untuk melakukan pembelian ulang (repeat order). Kualitas produk dapat menurun karena banyak hal. Bisa jadi karena kualitas bahan yang menurun, supply bahan baku yang tidak stabil atau bahkan tidak tersedia juga menjadi penyebab kualitas produk bisa turun baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain itu, alasan lainnya ialah adanya pergantian karyawan dan SOP produk yang tidak konsisten. Indikator kualitas produk dan layanan harus dikantongi perusahaan dan dipastikan selalu terpenuhi. Ketika Anda sudah mendapatkan pelanggan dengan jumlah yang banyak, faktor kualitas produk harus dipertahankan agar pelanggan tidak melirik produk kompetitor.

Baca Juga : Cara Meningkatkan Omset Penjualan Online, Mudah!

2. Harga Produk Kurang Terjangkau

Hal yang masih berdekatan dengan kualitas produk dan juga memengaruhi jumlah omzet adalah harga produk. Hal ini bisa saja terjadi karena bergaam hal, salah satunya karena bahan baku yang harganya juga naik. Jika perusahaan memang harus menaikkan harga produk, usahakan untuk menaikkannya dengan jumlah yang masuk akal. Tentu saja tanpa mengurangi kualitasnya. Alternatif lain yang bisa digunakan adalah perusahaan dapat memberikan promo atau diskon pada produk yang lain. 

Meskipun menaikkan harga akan membuat omzet meningkat, namun Anda dapat kehilangan pelanggan. Karena jika kenaikan harga kurang bisa diterima pelanggan, mereka dapat memilih produk kompetitor yang memiliki kualitas hampir sama namun harganya lebih rendah. Terlebih lagi, di zaman sekarang, resesi & inflasi tentu secara langsung maupun tidak langsung punya impact terhadap omzet perusahaan. 

Kondisi ekonomi seperti kenaikan harga bahan baku, kenaikan BBM. kenaikan listrik akan membuat kita sebagai pebisnis mereview ulang semua cost / biaya untuk disesuaikan dengan kondisi yang ada, jangan sampai misalnya dengan mempertahankan harga kita malah harus nombok, tapi di sisi lain jika kita menaikkan harga, perlu dihindari jangan sampai konsumen pergi secara masif dan penurunan omzet pun tidak terhindarkan.

3. Kurang Mengikuti Trend Produk

Dalam bisnis, Anda harus terus mengikuti tren dengan melakukan inovasi produk. Ketika produk perusahaan tidak meningkat, baik varian maupun kualitasnya, pelanggan dapat mengalami kejenuhan dan memilih alternatif produk lain yang lebih terkini. Meskipun perusahaan tidak melakukan perubahan pada produk utama, setidaknya ada produk baru yang dapat meningkatkan minat beli pelanggan. Selain itu, dengan mengikuti perkembangan zaman, Anda juga dapat menarik pelanggan baru berdatangan. Tentu saja omzet penjualan akan meningkat. Karena bagaimanapun juga, selera dan kriteria pelanggan dalam memilih produk akan berubah seiring tren yang berlangsung.

Dewasa ini, mungkin banyak pesaing bisnis yang sangat inovatif dan cepat dalam melakukan eksekusi, khususnya pesaing lokal. Jika brand Anda katakanlah brand nasional yang ada di mana-mana. Pesaing lokal, bisa saja dengan cepat melakukan launching sesuatu yang sedang tren dan kekinian, sementara tentu kita sebagai brand nasional tidak semudah itu melakukan launching, karena harus melalui berbagai prosedur yang panjang seperti riset produk, vendor, inventory, logistik, dan sebagainya.

4. Teknik Pemasaran Kurang Kreatif

Selain produk, tingkat pemasaran juga harus berkembang seiring berkembangnya waktu dan teknologi agar pelanggan mencapai kepuasan. Bahkan, ketika Anda menggunakan media sosial yang populer, Anda harus menentukan strategi pemasaran yang kreatif. Pemilihan platform pemasaran yang tepat, misal Instagram, Facebook, dan sebagainya akan kurang meningkatkan penjualan jika konten pemasaran tidak kreatif. 

Mengapa ini penting? Karena pemasaran di media sosial akan melakukan engagement “komunikasi” dengan konsumen dari berbagai kalangan. Dengan memasang iklan digital yang kekinian, foto produk dengan tampilan menarik disertai pemilihan kata-kata yang segar dan menggoda, pelanggan dan calon pelanggan bisa jadi tertarik membeli produk Anda meskipun mereka belum membutuhkannya saat itu berkat konten pemasaran yang unik dan berkesan.

5. Meremehkan Kompetitor

Beberapa penyebab di atas dapat diabaikan jika perusahaan Anda tidak memiliki pesaing. Sayangnya, semua bisnis pasti memiliki kompetitor, baik dalam skala besar maupun skala kecil, misal UMKM. Sebagai pebisnis, menganggap remeh kompetitor dapat menjadi batu sandungan yang fatal jika kompetitor tersebut tak pantang menyerah dan melihat kelemahan dalam bisnis Anda. Oleh karena itu, jika tiba-tiba omzet penjualan menurun saat Anda merasa semua faktor di atas sudah dijaga dengan baik, Anda harus hati-hati dengan kompetitor.

Konsumen itu selalu punya pilihan atau opsi untuk datang dan membeli, apalagi jika bisnis kita memang ada di dalam kategori produk yang banyak pesaingnya. Contohnya, coffee shop. Oleh karena itu kita sebagai pebisnis harus memiliki alasan yang kuat terhadap apa yang kita jual. Dalam bahasa marketing sering kita gunakan istilah POSITIONING (alasan kuat yang membuat konsumen selalu datang kembali) serta diferensiasi (faktor dan komponen pendukung yang kuat untuk menujang alasan “positioning” tersebut).

Baca Juga : Pentingnya Pengembangan Usaha dan Strateginya

6. Pelayanan Pelanggan Kurang Baik

Penyebab terakhir namun tak kalah penting adalah pelayanan pelanggan atau customer service yang kurang memuaskan. Menurut laman Qiscus, pelayanan pelanggan akan sangat memengaruhi customer experience dan pembelian berulang sangat berpengaruh pada tingkat kepuasan mereka. Itulah kenapa perusahaan dapat mengalami penurunan omzet penjualan meskipun memiliki kualitas produk dalam segi apapun namun sangat kurang dalam hal pelayanan. Pelayanan yang baik harus disajikan dari awal pelanggan mengetahui merek Anda hingga mereka selesai melakukan pembelian. Dengan kata lain, pelayanan inilah yang akan meningkatkan loyalitas pelanggan.

Hindari pelayanan buruk apalagi jika konsumen sampai mengekspresikan ketidak puasannya melalui social media. Karena itu penting sekali kita untuk memberikan training dan melakukan survey secara berkala untuk mengetahui ekspektasi dan pengalaman konsumen terkait dengan layanan yang kita berikan. Bisa jadi produk kita berkualitas baik, harga valuable (sebanding dengan apa yang didapatkan) namun gara-gara karyawan yang kurang mampu mengatasi situasi, lamban, tidak ramah, bahkan cenderung tidak sopan membuat konsumen akhirnya malas datang lagi.

Tips Menghadapi Penurunan Omzet

Ketika penurunan omzet terjadi, Anda hanya harus bisa memutar otak untuk bisa terus menerus memperoleh keuntungan walaupun tingkat penjualan Anda saat ini sedang tidak maksimal karena menurunkan harga produk bukanlah solusi tepat. Lantas, apa saja tips dalam mengatasi penurunan penjualan tanpa harus menurunkan harga barang? Temukan jawabannya di bawah ini:

1. Evaluasi dan Analisa Trend Pasar

Melakukan evaluasi dan tinjauan berkala pada laporan penjualan serta tren terbaru sangatlah penting. Anda harus lebih rajin dalam memantau riwayat penjualan dan juga menemukan faktor yang mampu membuat penjualan Anda anjlok atau sebaliknya.

Dengan data ini, Anda bisa menentukan produk mana yang tidak laku dan sangat diminati konsumen. Lalu, Anda bisa menganalisa tren pasar agar bisa menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk menjual produk yang tidak laku tadi.

Berdasarkan hasil tersebut, Anda juga akan memperoleh data dan juga ide baru dalam membuat strategi pemasaran dan strategi dalam meningkatkan kualitas produk tersebut.

2. Promosikan Bisnis Anda di Media Sosial

Bila Anda belum melakukan strategi pemasaran ini, maka tidak ada salahnya untuk dicoba. Selain biayanya yang sangat rendah, bahkan gratis, Anda bisa menggunakan semua platform media sebagai tempat yang pas untuk promosi bisnis Anda. Bila dilakukan secara rutin, makan bukan hal yang tidak mungkin penjualan Anda bisa meningkat dan menjadi solusi yang selama ini Anda cari.

3. Membuat Promo Paket Bundling

Bila Anda mempunyai produk yang sudah lama dan nilai jualnya jadi menurun, maka buatlah promo paket bundling. Anda bisa menggabungkan produk yang paling banyak diminati konsumen dengan barang stok lama. Dengan strategi ini, Anda bisa meningkatkan penjualan dan menghabiskan stok barang lama yang masih tersisa di gudang.

Baca Juga : Tips Mudah untuk Menjadi Trusted Seller Online, Ikuti Caranya!

4. Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Tingkat penjualan yang menurun bisa terjadi karena kualitas layanan yang tidak baik. Tentunya hal tersebut akan berdampak pada kepuasan pelanggan. Anda harus bisa memastikan setiap pelanggan Anda sudah terlayani dengan baik. Dengan layanan yang baik, maka Anda bisa mempertahankan pelanggan agar mereka mau membeli produk Anda.

Menurut laman Inc, Anda bahkan bisa mengambil training atau workshop bisnis. Ada banyak bidang pembelajaran yang dapat membantu Anda dalam bisnis Anda atau yang mungkin membawa ide dan pengetahuan baru, yang bagus untuk pemikiran kreatif dan inovasi. Lihat jumlah kelas online di bidang apa pun (banyak gratis atau murah), atau lihat apa yang tersedia di kelas tradisional jika Anda menginginkan interaksi manusia.

Demikianlah ulasan mengenai penyebab dan tips menghadapi penurunan omzet dalam bisnis. Sesuai yang telah disebutkan, ada beragam sebab mengapa bisnis Anda bisa menemukan titik penurunan yang kadang tak bisa dihindari. Namun, semua masalah tersebut disertai beragam solusi cara menghadapinya. Semoga ulasan ini menginspirasi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *