Berita

SAPX Targetkan Pendapatan Tumbuh Hingga 30 Persen Tahun Ini

rupst sapx 2021

JAKARTA – Emiten jasa kurir, PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX) atau SAP Express menargetkan pertumbuhan kinerja hingga 30 persen pada 2022. Perseroan menargetkan pertumbuhan tersebut seiring penetrasi bisnis ritel yang tengah dijalankan.

Corporate Secretary SAP Express Prima Deny Parhan mengungkapkan perseroan menargetkan pendapatan 2022 dapat tumbuh sekitar 30 persen di tahun 2022. Sementara untuk laba bersih 2022 perseroan menargetkan pertumbuhan sekitar 10 persen dari tahun 2021.

“Target pendapatan 2021 perseroan adalah Rp600 miliar, per November 2021 pendapatan Perseroan berkisar di angka Rp580 miliar hingga Rp590 miliar di mana jumlah itu hampir mencapai target pendapatan perseroan,” urainya kepada Bisnis, Kamis (20/1/2022).

Dengan demikian, target pendapatan emiten berkode SAPX pada 2022 berkisar Rp780 miliar. Adapun, strategi untuk meraih target pendapatan dengan menambah tim penjualan di cabang agar setiap cabang memiliki pendapatan sendiri dan menjadi profit center.

Selain itu, perseroan akan terus mengembangkan usaha fulfillment di hub-hub SAP Express yang tersebar di seluruh Indonesia dan lebih giat lagi menggarap segmen e-commerce dan social commerce termasuk di antaranya adalah marketplace.

“Segmen lain yang akan serius kami garap adalah segmen konter retail yang memberikan revenue secara cash kepada Perseroan sehingga sangat baik untuk cashflow kami,” katanya.

Lebih lanjut, untuk penambahan armada akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Pada 2022, SAPX menargetkan menambah jumlah konter retail secara signifikan dengan kenaikan 3.000-4.000 konter baru sepanjang 2022.

“SAP akan menambah jumlah counter retail di tahun depan secara signifikan, saat ini SAP memiliki lebih dari 8.500 konter retail, tahun depan kami akan menambah 3.000–4.000 konter baru untuk mendapatkan ceruk pasar C to C,” terangnya.

Sementara untuk penetrasi di segmen retail, Perseroan juga akan secara aktif mendekati dan membina UMKM-UMKM di Indonesia yang jumlahnya mencapai 40–50 juta untuk menggunakan pengiriman perseroan dengan cara membina berjualan secara digital, meningkatkan omset penjualan, memberikan fasilitas layanan COD dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.