Berita

Satria Antaran Prima (SAPX) Catatkan Capex Hingga Rp 170 M

sap express catatkan capex hingga 170 miliar

JAKARTA, investor.id – PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) siapkan capital expenditure/capex sebesar Rp 150-170 miliar pada tahun ini. Angka itu untuk pembangunan gedung, pemberharuan IT dan pembukaan kantor cabang guna mempermudah distribusi barang di berbagai wilayah di Indonesia termasuk untuk koordinasi dengan UMKM .

Corporate Secretary PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) Denny Parhan menjelaskan, “Dengan adanya kantor cabang disebuah Kabupaten, otomatis UMKM yang berada di daerah tersebut koordinasinya lebih mudah, serta bisa memberikan edukasi secara langsung.” ungkapnya di sela paparan publik, Rabu (8/6/2022).

Namun, lanjut dia, pada 2022 SAPX tidak membagikan dividen. Hal ini dikarenakan keuntungan perseroan sekitar Rp 41 miliar digunakan untuk investasi. “Kami berencana untuk membangun gudang dan gedung cukup besar sekitar 2,3 hektar. Hingga saat ini SAPX memiliki kantor cabang 215 di seluruh Indonesia, dan menambah gudang untuk jasa processing untuk customer,” tuturnya.

Berdasarkan laporan keuangan SPAX pada Kuartal I-2022, perseroan meraup pendapatan sebesar Rp 150,42 miliar. Jumlah ini lebih tinggi 15,58% daripada pendapatan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp 129,84 miliar.

Dari segi bottom line, Satria Antaran Prima mencatat laba neto tahun berjalan sebesar Rp 6,79 miliar selama kuartal I-2022. Angka itu turun 17,19% dari periode yang sama di tahun 2021 yang sebesar Rp 8,21 miliar.

“Penurunan laba bersih selama kuartal pertama ini lantaran adanya peningkatan beban usaha, salah satunya pembukaan cabang baru.” tambah Denny.

Sedangkan dari segi pendapatan perusahaan menargetkan pendapatan sebesar Rp 780 miliar pada 2022 atau tumbuh 32,42% dari pendapatan Rp 589,40 miliar pada 2021. Adapun dari segi laba bersih diprediksi dapat meningkat 36,36% menjadi Rp 60 miliar dari realisasi tahun 2021 senilai Rp 44,67 miliar.

Guna mencapai target tersebut, Denny menyebut, SAPX menyiapkan sejumlah strategi bisnis. Emiten jasa kurir ini melakukan penetrasi lebih dalam ke pasar e-commerce dengan memperbanyak outlet atau agen konter dan memperkuat bisnis COD.

Strategi SAPX dalam penetrasi lebih dalam ke pasar e-commerce menargetkan untuk meningkatkan porsi pendapatan yang berasal dari bisnis e-commerce dengan menambahkan lebih banyak pelanggan e-commerce ke portofolio, mempertimbangkan pertumbuhan menjanjikan dan mempertahankan pendapatan di masa depan dari segmen ini dengan menetapkan harga yang kompetitif, meningkatkat sistem IT dan jangkauan operasional.

”Pelanggan Indonesia saat ini berganti dari toko fisik ke arah toko online. Mengingat tingginya penetrasi internet, meningkatnya kecepatan internet dan toko online yang dapat dipercaya atau diandalkan,” kata Denny.

Selain itu, Denny menambahkan, SAPX sangat serius mengembangkan divisi ritel. Saat ini, perusahaan sedang mengembangkan segmen ritel dengan strategi dua arah, pertama dengan model waralaba sehingga setiap orang dapat membuka counter SAPX dengan transfer knowledge. Kedua, perusahaan membuka counter sendiri di bawah biaya dan manajemen SAPX.

“Tahun ini, kami akan lebih agresif lagi menambah jumlah agen konter dan memberdayakan UMKM,” tutup Denny.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.