SAP Express Wajah Baru di Lantai Bursa


Posted on 2018-12-31 09:49:19

SAP Express, salah satu perusahaan jasa kurir dan pengiriman nasional yang sedang bertumbuh akhirnya secara resmi meluncur dengan mencatatkan saham di lantai Bursa Efek Indonesia(BEI), IPO ini, diharapkan SAP Express dapat memperkuat struktur permodalannya guna merespon prospek bisnis industry jasa pengiriman(express delivery)sebagai imbas positif dari maraknya transaksi penjualan ritel melalui e-commerc yang melibatkan aktivtas pengiriman barang.

Sejak berdiri pada tanggal 9 September 2014. PT Satria Antaran Prima Tbk. Atau biasa dikenal dengan SAP Express menyadari pentingnya jaringan dan teknologi dalam mendukung pertumbuhan bisnis. Pertama kali berdiri, SAP Express menerapkan sistem operasionalnya berbasis Android dalam usahanya.  Inovasi ini menempatkan SAP Express sebagai pelopor perusahaan jasa pengiriman berbasis Android di Indonesia.

Kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, Yogyakarta, Solo dan Makassar menjadi perhatian awal perseroan dalam pembangunan kantor cabang beserta jaringannya yang luas hingga pelosok desa di Nusantara. Awal mula bisnis Perseroan dibentuk, dengan menjadi pionir dalam pengiriman barang berbasis aplikasi Android dan web.  Perseroan resmi beroperasi dengan nama PT Satria Antaran Prima, dengan jumlah cabang pada akhir tahun 2014 sebanyak 6 cabang.

Seiring bergulirnya waktu, SAP Express terus bermetafora menjadi salah satu perusahaan jasa kurir dan pengiriman yang tumbuh dengan pesat. Di 2015, jumlah cabang SAP Express berjumlah 40 cabang dan sudah memiliki 200 outlet di Indonesia. Di tahun yang sama, SAP Express mendapatkan apresiasi atas kinerjanya dengan meraih penghargaan Franchise Startup Award 2015 dan Indonesia Inspire & Best Company Award 2015.

Selain itu, inovasi yang dilakukan perusahaan tersebut dengan mengadopsi platform Android menempatkan posisi meraih penghargaan Rekor Bisnis (ReBi) Perusahaan Kurir Pertama dengan sistem berbasis Android serta pembukaan kantor tercepat dan terbanyak dalam 6 bulan.

Laju bisnis SAP Express terus bergulir, di 2016 berbekal jaringan yang bertambah luas, Perseroan berpartisipasi dalam program distribusi Kartu Indonesia Pintar yang di pelopori oleh Pemerintah Republik Indonesia. Selanjutnya, perseroan mulai melayani pelarggan dari sector e-commerce baik secara COD maupu non-COD. Jumlah cabang bertambah menjadi 31 cabang. Atas pencapaian kinerjanya, SAP Express mendapatkan penghargaan IndonesiaFranchise Marketing Award 2016.

Di tahun berikutnya, di 2017 Perseroan mulai melayani pelanggan dari sector farmasi dan consumer goods. Perseroan mulai mendapatkan manfaat yang signifikan dari jasa pengiriman COD. Jumlah cabang Perseroan bertambah menjadi 60 cabang dan mengembangkan dan memperluas kantor cabang di berbagai kota di Indonesia.

Di tahun ini, SAP Express mulai melayani pelanggan dari sector alat berat dan otomotif. Hingga Juni 2018, Perseroan telah menjangkau pengiriman keseluruh daerah di Indonesia melalui 70 cabang yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Puncaknya, genap di usianya yang ke-4, SAP Express secara mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan meraih penghargaan The Most Promising Brand 2018.

 

Meluncur di Bursa

Seperti diketahui bersama, perkembangan dunia e-commerce sangat pesat, mengutip data yang dirilis Statista Digital Market Outlook pada tahun 2017, penjualan e-commerce di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan mencapai lebih dari USD 8,5miliar, naik sebesar 49% dibandingkan dengan tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 5,8miliar. Masih dari sumber yang sama, pada tahun 2022, penjualan e-commerce di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari USD 16,4 miliar atau bertumbuh rata-rata sebesar 18% setiap tahunnya sejak 2018.

''lndustri jasa pengiriman adalah salah satu industry yang akan terus ada sepanjang masa. Selama masih ada kehidupan manusia, selama itu juga peran jasa pengiriman akan selalu dibutuhkan.''

 

Budiyanto Darmastono

Presiden Direktur SAP Express

Guna mengikuti geliat ceruk pasar e-commerce, SAP Express resmi meluncur di lantai Bursa Efek Indonesia, pada Rabu, 3 Oktober 2018, dengan kode SAPX. Penawaran Umum Perdana Saham atau initial public offering (IPO) diharapkan dapat memperkuat struktur permodalannya guna merespon prospek bisnis industry jasa pengiriman (express delivery) sebagai imbas positif dari maraknya transaksi penjualan ritel melalui e-commerce yang melibatkan aktivitas pengiriman barang.

Budiyanto Darmastono, Presiden Diektur dan sekaligus pendiri SAP Express, mengatakan industry jasa pengiriman adalah salah satu industry yang akan terus ada sepanjang masa, selama masih ada kehidupan manusia, selama itu juga peran jasa pengiriman akan selalu dibutuhkan. "Memasuki usia yang keempat tahun, kami mantap untuk menjadikan Perseroan sebagai perusahaan terbuka (go public)," ujar pria yang akrab disapa Budiyanto, kepada Transportasi Indonesia, di Aula Utama Bursa Efek Indonesia, baru-baru ini.

Menurut pria yang meraih gelar Ahli Madya Bidang Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia pada tahun 1990, SAP Express telah menawarkan saham sebanyak 433.333.300 lembar kepada masyarakat atau setara dengan 52% dari modal ditetapkan dan disetor penuh setelah IPO. Sebelumnya, perusahaan yang bergerak dalam industry kurir dan pengiriman barang ini mematok rentang harga ntara Rp220 hingga Rp260 per saham selama book building, pada 31 Agustus sampai 10 September 2018 lalu.

Menurut Budiyanto, total dana yang akan diserap oleh SAP Express melalui hajatan IPO ini mencapai lebih dari Rp108miliar, di mana jumlah tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan perusahaan dan penetapan harga tersebut telah dipertimbangkan dengan matang dan menerima respon yang baik dari perkiraan.

"Kami melihat animo dan keyakinan masyarakat terhadap IPO saham SAP Express sangat tinggi, sehingga kami dapat menentukan harga Rp250per saham. Dengan harga tersebut, kami memberikan ruang bagi perkembangan nilai perusahaan setelah listing dengan tetap memperhatikan kebutuhan penggunaan dana saati ni," tutur pria berusia 51 tahun ini.

 

Perkuat Permodalan

Pria yang juga menjabat Presiden Komisaris pada PT Solid Logistics (2010-sekarang), mengatakan, kami sangat berterima kasih atas dukungan dari investor, regulator dan masyarakat terhadap IPO SAP Express yang menyuntikan semangat baru bagi manajemen dan seluruh karyawan SAP Express. Sebelumnya, proses IPO SAP Express telah mendapat restu dari Kementerian Komunikasi dan lnfromatika (Kemkominfo) melalui suratnya tertanggal 10 Agustus 2018, sesuai UU Nomor 38 Tahun 2009.

Sebagai informasi tambahan, SAP Express menjadi salah satu perusahaan jasa  pengiriman dengan pertumbuhan tercepat d Tanah Air,yang telah melayani berbagai institusi besar seperti Zilingo, Lazada, Blibli, Bank Mandiri, Bank BCA, Adira Finance, lndofood, Unilever, dan institusi lainnya dari berbagai industri. SAP Express sendiri menawarkan jasa pengiriman dalam dan luar kota, jasa pengiriman internasional & kargo, jasa manajemen pergudangan & distribusi, mailing room, pengiriman  melalui transportasi darat, laut & udara, cash on delivery, dan dedicated courier.

Untuk dua jasa pengiriman yang disebutkan terakhir yaitu cash on delivery dan dedicated courier, menjadi kekuatan utama SAP Express dalam peta persaingan antar sesama perusahaan jasa pengiriman lain. "Untuk pengiriman dalam negeri, SAP Express menawarkan paket Same Day Service, One Day Service, dan Regular Service," tandas Budiyanto.

 

Sumber: Majalah Transportasi Indonesia